Asia Sugar International Conference 20th

sugar-gp

SI, Yogyakarta- Asia Sugar International Conference adalah konferensi tahunan  pergulaan Internasional yang diselenggarakan oleh IBC Asia. Kali ini Hyatt Regency, Yogyakarta  menjadi venue untuk acara akbar yang sudah ada sejak 20 tahun lalu. lebih dari 100 peserta dari berbagai instansi baik pemerintah, BUMN, dan swasta turut menghadiri acara ini. Rangkaian AISC dimulai kemarin pagi dengan kunjungan ke PG Madukismo yang dipimpin oleh Achmad Widjaja selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi Gula Indonesia. Pada Kesempatan tersebut Achmad mengemukakan bahwa dengan sistem operasional pabrik yang masih tradisional, Madukismo masih mampu beroperasi dengan lancar. Hal tersebut sontak membuat para delegasi dari luar negeri tercengang melihat kondisi seperti itu.

“meskipun mesin tua seperti ini, dengan kapasitas lebih dari 3000 TCD, Madukismo mampu survive di  tengah kondisi pergulaan nasional yang buruk ini.” Jelas Achmad.

Hari ini merupakan acara inti dari rangkaian konferensi yang digarap oleh IBC Asia itu. Acara  dibuka oleh Senior Economist dari International Sugar Association (ISO) yaitu Lindsay Jolly. Beliau memaparkan bahwa dalam empat tahun ini stok gula dunia sangat melimpah, hal tersebut disebabkan oleh produksi gula Brazil yang  meningkat. Jolly juga menegaskan bahwa Brazil akan tetap mendominasi produksi gula dunia tahun ini.

“Brazil akan tetap konsisten tahun ini”, Pungkasnya.

selain mengemukakan over supply gula dunia, jolly juga memaparkan kekhawatiran terhadap fenomena el nino. untuk menghadapi el nino dibutuhkan varietas tebu yang adaptif untuk berbagai kondisi. lebih dari 20 presentasi disertai studi kasus membuat acara ini semakin berkualitas. sebagai pengembangan bisnis AISC merupakan sarana dalam menjalin networking antara Stakeholder industri gula internasional.

(M Galih Wicaksono)