Indonesia Tidak Perlu Impor

gula

SI, Jakarta-Adig Suwandi, Tenaga Ahli dan Corporate Secretary PTPN 11, melaporkan perlunya kebijakan segmentasi pasar gula kristal putih (GKP) dan gula kristal rafinasi (GKR) belum berjalan efektif. Di mana di tahun 2013, diperkirakan 110.799 ton GKR merembes ke pasar GKP, dilihat dari hasil audit yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan. Dia juga menyebutkan pemerintah Indonesia tidak perlu melakukan impor GKP di tahun 2014, karena berdasarkan data dari Dewan Gula Indonesia, GKP yang ada di gudang-gudang gula Pabrik gula per 31 Desember adalah sebesar 1,240,157 ton.

Situasi ini berbeda dengan tahun lalu, dimana stok pada Desember 2012 hanya mencapai 914.062 ton. Ini berarti stok di awal tahun 2014 adalah 34.57% lebih tinggi daripada sebelumnya. Sementara itu stok di gudang pedagang grosir dan retail diperkirakan sekitar 160,000 ton. Dengan produksi gula eks tebu januari sampai dengan Mei 2014 yang diperkirakan 70.000 dan produksi GKP eks raw sugar sisa 2013 110.000 ton  maka, diperkirakan akan jumlahnya mencapai sekitar 1.580.157 ton.

Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk persediaan sampai Juni 2014 termasuk kemungkinan peningkatan konsumsi karena menjelang hari raya maupun pemilu.  “Barangnya ada sekarang, stock awal ada semua,”ujar Adig.

(Ilfan)