Kemendag: Permintaan Gula Naik Di Pasaran

IMG_1678

SI,Jakarta- Seminggu sebelum Ramadhan, permintaan bahan pokok diperkirakan akan naik disebabkan oleh  masyarakat Indonesia melaksanakan syukuran datangnya Hari Raya. “Salah satu alasannya karena dalam kebudayaan Sunda ada Munggah di Jawa ada kebudayaan Nyandran,” ujar Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamukti.

Kenaikan, menurut Bayu, akan terjadi juga pada seminggu sebelum Idul Fitri. Pasalnya, Ibu rumah tangga melakukan penyetokan bahan pangan dan produsen berhenti memasok ke distributor dan retail. “Ada produk-produk tertentu ini yang khusus, biasanya 10 hari menjelang Ramadhan itu kayak daging biasanya akan naik penikmatnya. Kalau sekarang ini yang banyak permintaannya kue, sirup, dan gula.” Kata Bayu.

Sayangnya, stok gula diperkirakan akan kurang karena sampai saat ini stok masih sangat sedikit dan nantinya kebutuhannya akan dipenuhi dengan buffer stok dari gula Bulog. Sampai saat ini Bulog telah merealisasikan 27.000 ton atau 8,2% dari izin yang diberikan yaitu 328.000. Gula tersebut berasal dari thailand. Hal ini berbeda dengan komoditas beras yang telah dipastikan dapat terpenuhi kebutuhannya untuk musim lebaran tahun ini. “Gula kita tidak punya. Gula kita punya sedikit sekali untuk stoknya, tapi yang kita punya adalah beras, kalau beras saya rasa aman,” Jelas Bayu.

(Ilfan Akbar)