Ketika Buffer Stok Datang, Harga Gula Lokal Diperkirakan Akan Irasional

stock-footage-chopped-sugar-beet-on-conveyor-belt-in-sugar-refinery

SI,Jakarta- Tito Pranolo, Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI), mengatakan mendukung tindakan pemerintah untuk memiliki stok nasional, dengan catatan stok tersebut berasal dari petani tebu dan perusahaan gula nasional. Sayangnya, Tito melanjutkan, Pemerintah malah mengeluarkan kebijakan impor berjumlah 350 ribu ton kepada Bulog untuk membuat stok nasional itu.

Menurut Tito, tampaknya pemerintah tidak memperhitungkan keberadaan stok gula yang diawal tahun 2014 mencapai 1,2 juta ton dan ini merupakan stok tertinggi yang dimiliki Indonesia selama 15 tahun terakhir. “Saya enggak tahu kalau dikatakan defisit untuk kristal putih, karena stok kita besar,” ujar Tito.

Untuk catatan, maret ini stok gula Indonesia masih mencapai 900 ribu ton dengan tambahan 100 per-bulan. Jadi, Tito mengatakan dengan total konsumsi gula kristal putih 2,6-2,7 juta ton sedangkan produksi Indonesia diperkirakan 2,6 juta,  maka diperkirakan stok kebutuhan gula Indonesia akan mencukupi. Selain itu, Tito menanggapi janji pemerintah yang tidak akan mengeluarkan buffer stok, ketika harga normal selama bulan juni-juli. Dia beranggapan ketika impor gula itu datang market akan bereaksi secara psikologis. “Pasar kadang bereaksi tidak rasional,” ujar Tito. 

(ilfan akbar)