Penawaran Gula Mentah (Raw Sugar) India Menurun Setelah Kebijakan Subsidi diumumkan

indiassugr

SI, Jakarta- Penawaran di sektor gula mulai menurun setelah Kabinet menyetujui subsidi untuk gula mentah.

Pabrik gula , yang semulanya diharapkan mampu lebih baik dalam realisasi ekspor dibanding penjualan domestik setelah subsidi , tidak bersedia menandatangani kontrak penjualan dikarenakan rendahnya harga yang ditawarkan. Hal tersebut diutarakan oleh sekitar 30-40 % dari pabrik gula di Maharashtra yang merupakan eksportir utama gula mentah di India. Ada ketidakpastian tentang berapa banyak gula yang dapat dihasilkan dan diekspor oleh negara pada tahun pemasaran ini . Menurut perkiraan industri, sejauh ini, India telah mengekspor sekitar 7 lakh ton sampai 8 lakh ton gula mentah, dari total ekspor gula mentah yang berkisar antara 1,2 juta hingga 1,4 juta ton .

Pabrik gula hanya berproduksi jika ada pemesanan, mengingat umur penyimpanan gula mentah hanyalah sekitar dua bulan. Mereka  mengekspor sebagian besar produksinya dan mengabaikan permintaan domestik.

Industri Gula India sangat mengharapkan realisasi yang lebih baik dari gula mentah, hal itu tidak terlepas dari jatuhnya harga gula putih. Harga lelang yang ditetapkan untuk gula mentah di awal musim adalah sekitar Rs 24/kg-Rs 25/kg . Sementara realisasi harga yang diharapkan Industri gula sekitar Rs 28-29/kg setelah berlakunya subsidi. Harga yang lebih rendah menyebabkan pabrik ragu-ragu untuk menandatangani kontrak penawaran.

BB Thombre, ketua dan MD dari Osmanabad-based Natural Sugar mengatakan , ” Setelah pengumuman subsidi untuk gula mentah , eksportir telah mengurangi harga  Rs 300/kuintal hingga Rs 400/kuintal . Dari yang sebelumnya Rs 2.500 / kuintal pada awal musim giling  dan stabil untuk Rs 2.100 / kuintal  Rs 2.2oo/kuintal”. (http://economictimes.indiatimes.com)

(Muhammad Galih Wicaksono)