Pengusaha Ragukan Pengembangan Industri Gula

88590_620

SI,Jakarta-Upaya Kementerian Pertanian (Kemtan) menambah produksi gula pada tahun 2019 menjadi 4 juta ton ditanggapi dingin kalangan pengusaha. Kalangan pengusaha justru meragukan upaya pemerintah mengembangkan industri gula dalam negeri. Presiden Direktur PT Gendis Multi Manis (GMM) Kamadjaja mengatakan, pihaknya tidak ikut dalam investasi pembangunan pabrik gula dan perluasan lahan tebu seperti dicanangkan dalam program Kemtan. Pasalnya, Kamadjaja mengatakan, pemerintah saat ini tidak mengerti soal industri gula dan hanya banyak berteori saja.

“Sejauh ini kami melihat kebijakan pemerintah itu tidak berpihak pada perusahaan dalam negeri,” ujar Kamadjaja.

Menurut Kamadjaja, percuma serius mengembangkan industri gula dan perkebunan tebu kalau pemerintah hanya banyak berteori ketimbang mewujudkan niat baik untuk mendukung pengembangan industri dalam negeri. Ia mengambil contoh 15 tahun lalu, pabrik tebu di Indonesia berjumlah 167 unit. Tapi sekarang menyusut drastis tinggal 57 pabrik saja.

Demikian juga lahan tebu, 15 tahun lalu sempat produksinya mencapai 3 juta hektare (ha), sekarang tinggal 2 juta ha. Dan produksi tebu dari 3,5 juta ton sekarang menyusut tinggal 2,5 juta ton. Sementara pabrik rafinasi malah bertambah dari 1 pabrik menjadi 11 pabrik. “Kalau pemerintah benar, pasti pabrik tebunya tidak tututp,” sesal Kamadjaya.

(sumber:kontan)