Presiden Jokowi: Kita Tidak Mau Lagi Impor Beras, Gula dan Kedelai

images (13)

SI,Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan ribuan perwakilan petani dalam kunjungannya di Lapangan Desa Keras Wetan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2015).

Dalam dialog di Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, tersebut Presiden menyampaikan masalah swasembada pangan yang harus terwujud dalam tiga tahun ke depan.

“Kita tidak mau lagi impor beras, gula dan kedelai. Tidak lagi, makanya produksi harus dinaikkan,” kata Presiden Jokowi.

Ia juga menyampaikan masalah distribusi pupuk dan benih yang selalu bermasalah saat dibutuhkan petani.

“Hal itu karena selama ini pengadaannya melalui tender lelang. Makanya lama. Dan, sekarang tidak lagi. Jangan main-main dengan pupuk dan benih saat ini,” katanya.

Menurut dia, untuk mewujudkannya, pemerintah akan memberikan bantuan alat pertanian seperti traktor, pompa air, pupuk, benih, da irigasi.

Untuk tahun ini pemerintah akan memperbaiki irigasi seluas 1,5 juta hektar, bantuan benih jagung seluas 98.000 hektar dan kedelai 70.000 hektar.

“Saya minta semua pihak, mulai dari kementerian sampai petani harus bekerja sama mewujudkannya,” kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke sejumlah tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Sabtu. Didampingi Ibu Negara Iriana, Presiden akan menemui para petani.

Adapun, kunjungan Jokowi ke Ngawi dalam rangka untuk membagikan alat pertanian berupa 852 unit traktor tangan, 377 unit pompa air, dan melihat pengerukan sedimentasi DAM. Kegiatan tersebut guna mempercepat program swasembada pangan yang ditargetkan hingga tiga tahun ke depan.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolda Jatim, Pangdam Brawijaya, pejabat Pemkab Ngawi, dan Forpimda kabupaten/kota sekitar Ngawi.

(kompas.com)