Puluhan Ton Gula di Buang di Depan DPRD Lumajang

antarafoto-1350715822-_thumb2

SI,Jakarta-Puluhan ton gula dibuang di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang sebagai bentuk protes kebijakan pemerintah setempat yang dinilai tidak adil dan merugikan para petani tebu.

Menurut Budhi Susilo, salah seorang petani tebu Lumajang yang ikut dalam aksi tersebut, ratusan petani tebu Lumajang mendatangai gedung DPRD Kabupaten Lumajang, Kedatangan para petani tersebut untuk meminta agar pemerintah memberikan perhatian kepada nasib petani yang kian terpuruk karena delevary order (DO) gula hingga kini tidak kunjung cair.

Dalam aksinya itu, para petani menumpahkan gula sebagai bentuk protes karena gula milik petani PG Jatiroto ditawar sangat murah.

“Jika dijual dengan harga tersebut, maka para petani dipastikan akan merugi besar.¬† dan saat ini, para petani sudah banyak menjual asetnya untuk kepentingan biaya produksi tebu.” jelas Bhudi

Para petani juga menuntut agar gula ravinasi yang membuat harga gula menjadi tidak karuan segera dihentikan.
“Kita minta pengembalian SK Menperindag nomor 527 tahun 2004, stabilkan dan kendalikan harga gula serta stop impor gula ravinasi,” paparnya Jumat(24/10/2014).

Tak hanya itu, para petani juga meminta agar pemerintah memberikan proteski terkait dengan rendemen. Sehingga, petani tebu tidak akan dirugikan dua kali dengan harga gula yang semakin murah.

Kedatangan para petani tebu tersebut langsung ditemui oleh Wakil Ketua DPRD serta anggota Komisi B dan C DPRD Lumajang. Suigsan Ketua Komisi C menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk membawa aspirasi para petani tebu Lumajang.

“Kita akan koordinasikan dengan DPRD Jatim, Gubernur Jatim dan Dirjen terkait namun kita masih tunggu penetapan menteri karena saat ini masih dalam masa transisi,” terangnya.

(RRI)