Saatnya Back to Basic Kultivasi Varietas yang Adaptif

image (2)

SI, Yogyakarta – Secara umum luas areal perkebunan tebu indonesia mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun prestasi tersebut tidak diiringi dengan produksi gula yang dihasilkan. Hal tersebut dapat dilihat dari menurunnya rendemen pada musim giling dari tahun 2012 hingga 2013. Itulah data yang dihimpun oleh Direktur P3GI Aris Toharisman yang dipaparkannya hari ini (28/08/2014) sebagai pembuka presentasinya di event Asia Sugar International Conference.

Dirinya juga menjelaskan bahwa buruknya pembangunan industri gula Indonesia didasari hal-hal yang fundamental.  “Rendahnya harga, bocornya gula rafinasi, terpisahnya manajemen on dan off farm serta rendahnya dukungan untuk diversifikasi produk memperburuk keadaan industri gula Indonesia” jelas Aris.

Menurutnya, Empat hal tersebut menggambarkan raport buruk bagi industri gula Indonesia. Aris menyarankan agar seluruh pelaku industri gula melakukan “back to basic” fokus pada kultivasi serta pengembangan varietas yang adaptif. Pada kesempatan itu pula, dirinya berharap agar pada pemerintahan Jokowi-JK nanti seluruh permasalahan yang terjadi di industri gula nasional dapat teratasi. “Dia lah harapan kita untuk lebih baik, semoga”. Pungkasnya.

(M.Galih Wicaksono)